Minggu, 24 April 2011

Matematika

Sejak peradaban manusia bermula, matematika memainkan peranan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai bentuk symbol digunakan untuk membantu perhitungan, pengukuran, penilaian dan peramalan. Dari penemuan-penemuan situs purbakala, para ahli arkeologi telah menemukan penggunaan sistem penjumlahan di Afrika, dan diperkirakan telah terwujud sejak 8500 SM dengan menggunakan tulang sebagai alat perhitungan.


Walaupun peradaban manusia berubah dengan pesat, namun bidang matematika terus relevan dan menunjang kepada perubahan ini. Matematika merupakan subyek yang sangat penting di dalam sistem pendidikan di seluruh negara di dunia ini. Negara yang mengabaikan pendidikan matematika sebagai prioritas utama akan tertinggal dari segala bidang, dibanding dengan negara-negara lainnya yang memberikan tempat bagi matematika sebagai subyek yang sangat penting. Seperti kita ketahui di negara kita, sejak sekolah dasar sampai universitas syarat penguasaan matematika jelas sangat dibutuhkan, terutama dalam bidang sains dan teknik. Tidak tertutup juga untuk ilmu-ilmu sosial,seperti ekonomi yang memerlukan analisis kuantitatif untuk membantu membuat keputusan yang lebih akurat berdasarkan data. Pelajar-pelajar yang memiliki nilai yang baik dalam Matematika biasanya tidak akan mempunyai masalah apabila dia akan melanjutkan studi di perguruan tinggi, baik itu bidang sains teknik maupun sosial. Untuk bidang sains tentulah matematika dan statistika adalah ratunya. Secara umumnya, sistem pendidikan tidak akan mantap jika pelajar sekolah dan perguruan tinggi lemah dalam menguasai ilmu matematika.


Perkembangan Ilmu Matematika di Indonesia


Akhirnya dampak yang dihadapi adalah jumlah mahasiswa yang pandai dalam matematika terbatas, sehingga peremajaan guru-guru matematika yang pandai di sekolah dan dosen-dosen di perguruan tinggi terbatas pula. Kemudian kurangnya kerja sama antara industri dan jurusa matematika di universitaspun menjadi kendala yang serius, hal ini disebabkan salah satunya adalah kurangnya ahli matematika dan statistik yang bergear Ph.D yang dapat menjelaskan dan memahami apa yang diperlukan bidang industri. Semua ini berakibat kepada lulusan dari jurusan matematika dan statistik itu sendiri yang tidak mampu bersaing untuk peluang pekerjaan di tanah air, karena pemahaman dan aplikasi matematika dalam alam pekerjaan belum memasyarakatan sehingga belum dipahami sepenuhnya oleh majikan. Di rebublik Korea, Inggris, bahkan di negara-negara bekas komunis seperti republik Ceko dan Hungaria, lulusam matematika dan statistik sangat mudah diterima diberbagai sektor pekerjaan, termasuk bidang teknik, manajemen dan perbankan.


Di Rebublik Korea jurusan matematika dan statistik sudah jauh melibatkan diri dalam penelitian-penelitian BioMoleculer dan Nano Technology yang merupakan ilmu yang akan populer di masa yang akan datang, jauh-jauh hari mereka sudah menjalin kerjasama dengan industri, sehingga para lulusan tidak perlu takut menganggur. Hampir semua universitas di Korea mempunyai jurusan Matematika dan Statistika dan merupakan bidang yang sangat popular disukai.


Tidak jauh dari negara kita, negara jiran Malaysia pun telah mempersiapkan diri, pakar-pakar matematikanya banyak terlibat dalam aktivitas multimadia super corridor dan menjadi konsultan di berbagai industri, sehingga lulusan Matematika dan Statistika dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Hal ini juga dikarenakan pihak industri dan unuversitas sering melakukan penelitian bersama, sehingga pihak industri mengerti betapa pentingnya Matematika dan Statistik untuk kemajuan usaha mereka.


Berdasarkan kajian di atas terlihat bahwa negara kita kekurangan tokoh-tokoh matematika, selepas kepergian beberapa pioner seperti Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, Prof. Dr. P.A.Suryadi dan beberapa yang lainnya. Sekarang sangat kurang tokoh matematika kita yang bisa menembus arena internasional. Jumlahnya malah jauh kalah oleh Negara Bangladesh yang notabene ekonominya lebih miskin daripada Negara kita. Dengan jumlah terbatas ini memaksa mereka untuk lebih berkosentrasi di jurusan dan universitasnya masing-masing.


Dalam beberapa aspek, ahli matematika di tanah air juga perlu merenung terhadap kelemahan mereka sendiri. jangan merasa puas di dalam kotak kita sendiri dan jarang mencoba untuk melihat perkembangan di luar. Pernahkah kita membantu industri, khusunya industri kecil? Apakah sumbangan kita terhadap kemajuan pendidikan matematika di tanah air? Dapatkah kita membuat metode pengajaran matematika yang inovatif dan menarik? Dan lainnya, dimana semua ini bisa dilaksanakan dengan kekuatan ilmu matematika yang kita miliki.


Penelitian di Bidang Matematika


Di zaman yang amat kompetitif ini, kita perlu lebih proaktif dan bekerjasama. Keahlian kita perlu ditonjolkan dan kerjasama perlu diwujudkan dengan ilmuan lainnya juga dengan pihak luar, khususnya dengan pihak industri. Kita harus pastikan bahwa bidang matematika itu penting, relevan dngan arah pembangunan Negara kita. Untuk memperoleh pelajar yang bermutu di bidang matematika ini, kita juga melihat permasalahan dalam kekuatan guru matematika di sekolah serta metode pengajarannya. Kita harus pastikan bahwa mutu program matematika di universitas adalah baik, sehingga akan menghasilkan tenaga pendidik matematika tanah air yang berkualitas.


Untuk memajukan aktivitas Reseach and development negara, tumpuan tidak seharusnya diberikan kepada penelitian terapan saja. Sejarah telah menunjukkan bahwa dalam semua ciptaan baru, semuanya bermula dari hipotesis, andaian, impian yang menggunakan kemampuan penelitian dasar, ataupun penelitian fundamental. Penelitian matematika sudah tentu termasuk dalam golongan penelitian fundamental ini.


Di Jepang dan Korea, kebanyakan universitas terkemuka memberi tumpuan utama dalam penelitian fundamental ini dan biaya penelitian yang diperoleh sangat besar.sepatutnyalah pihak pemerintah sudah mulai memberi perhatian serius terhadap kepentiangan penelitian dasar, mengingat Indonesia sangat kaya dengan sumber alam dan bisa dikelola oleh pakar-pakar ilmuan Indonesia sendiri. Selain itu, perlu juga diberi perhatian kepada para peneliti tentang sikap dalam menggunakan biaya penelitian semata-mata untuk keperluan penelitian itu sendiri bukannya semata-mata untuk kepentiangan pribadi.


Ini adalah satu kendala mengapa reseach and development negara kita kalah jauh oleh negara Malaysia yang notabene masih banyak peneliti-peneliti yang jujur dan berdedikasi tinggi. Apabila komitmen ini oleh pihak pemerintah dilaksanakan, peneliti-peneliti matematika perlu mengambil peluang yang ada untuk meningkatkan lagi fasilitas yang kondusif, pakar matematika Negara mampu bersaing di arena internasional dan juga dapat meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa matematika adalah suatu bidang yang penting dan relevan.


Langkah lain yang tak pentingnya adalah perlunya universitas melangkah lebih maju ke arah reseach university, dimana universitas membuka peluang yang sebesar-besarnya untuk mahasiswa pascasarjana, jurusan matematika khususnya. Dosen-dosennya mempunyai kelayakan yang tinggi dan mempunyai prestasi penelitian yang cemerlang, mampu memperoleh sponsor penelitian yang besar, menerbitkan karya penulisan yang bermutu dalam jurnal-jurnal internasional dan menjadi rujukan peneliti-peneliti lain baik peneliti local maupun peneliti internasional. Jumlah pakar matematika yang bergelar Ph.D perlu ditingkatkan kehadiran mengikuti seminar dan konferensi internasional, kerjasama dengan pakar matematika dari luar negeri dan kegiatan Post Doctoral Reseach harus dijadikan agenda utama.


Akhirnya sebagai penutup marilah kita renungkan bersama-sama, adakah kita sanggup melihat bahwa ilmu yang sangat berguna ini tidak diapresiasi oleh masyarakat di negara kita ini? Masihkah kita ingin mendengar rintihan pelajar, bahwa mata pelajaran matematika ini membosankan dan membebankan? Sanggupkah kita melihat negara kita tidak mampu menghasilkan produk yang inovatif dan terkini, karena kurangnya input dari ahli matematika? Kita perlu bekerjasama untuk meningkatkan ilmu matematika sebagai subyek pilihan dan relevan untuk kemajuan bangsa dan Negara. Sebagai propinsi yang peduli terhadap pendidikan, marilah kita jadikan hal ini sebagai tantangan bagi kita untuk mewujudkan impian masa depan yang cemerlang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar